Sejarah & Profil
Gondokusuman merupakan salah satu kemantren yang wilayahnya luas di kota Yogyakarta. Nama Gondokusuman sendiri sudah disebutkan sejak tahun 1872. Di kemantren Gondokusuman ini memiliki demografi yang beragam. Keragaman sosial inilah yang membentuk keragaman tata ruang dan bangunan yang ada di wilayah kemantren Gondokusuman.
Seiring perjalanan waktu dari masa Kesultanan Yogyakarta dan di masa Kolonial menjadi Kawasan Baru, hingga saat ini pola tata ruang di kemantren Gondokusuman terus berubah. Hingga terbentuklah tata ruang serta bangunan yang ada seperti sekarang ini sudah terbagi menjadi 5 Kelurahan.
Di Kel. Kotabaru dan Kel. Terban terdapat kawasan ikonik yang bertema Hindia Belandanya. Sepanjang kawasan jalan Solo hingga jalan Sudirman membentang kawasan perdagangan. Sementara di Kel. Baciro, Kel. Klitren dan Kel. Demangan terdapat kawasan industri. Bangunan pendidikan juga ada dengan corak bangunan Belandanya. Tempat ibadah, fasilitas kesehatannya pun tak terelakkan merupakan corak peninggalan jaman Belanda.
Dengan segudang corak peninggalan yang ada, sudah selayaknyalah Kemantren Gondokusuman seperti menjadi museum yang hidup dan patut dilestarikan. Museum yang bukan hanya menjadi barang mati dan menjadi barang tontonan baik peninggalan barang, bangunan dan para Tokoh bersejarah yang ada di Gondokusuman yang mampu menggerakkan dinamika masyarakatnya menuju kehidupan yang lebih baik.
AKTIVITAS KEMANTRENÂ
– Living Museum ANGGANDA AMUSPA AYU
Gondokusuman Masa Lalu Dan Sekarang : Masa Kesultanan Yogyakarta – Masa Kolonial Dan Modern
– Living Museum GITAR KUSBINI
Tokoh Pencipta Lagu Kebangsaan Bagimu Neg’Ri
– Walking Tour Heritage MEMORABILIA PETRONELLA
Sebuah pengalaman menarik tentang Sejarah Rumah Sakit Modern Pertama Kali Di Yogyakarta dari Jaman Belanda Th 1900 yang dulunya adalah dengan Nama PETRONELLA





